Siapa sih yang tidak suka menikmati secangkir teh? Bayangkan di pagi hari, secangkir teh hangat mengepul sudah tersedia di meja. Ditemani sepiring gorengan hangat atau nasi kuning kumplit, hmmm, sedapnya! Atau di sore hari, secangkir teh hangat dengan kue-kue manis menggugah selera. Ulala!
Sayangnya, kebiasaan seperti itu sesungguhnya kurang baik bagi kesehatan. Masalahnya adalah berapa banyak di antara kita yang terbiasa minum secangkir teh saja? Tanpa gula. Jarang, bukan? Kebanyakan kita tahunya teh itu rasanya manis. Dan rasa manis teh itu umumnya diperoleh dari gula. Berapa banyak gula yang diperlukan untuk memaniskan secangkir teh? Minimal dua sendok teh.
Padahal justru di situ bahayanya. Pemanis yang kita bubuhkan ke dalam secangkir tehlah yang harus kita waspadai. Saya pribadi penganut paham bahwa teh itu baik manfaatnya bagi tubuh. Terutama teh hijau. Sejak masih mahasiswa saya sudah memasukkan teh hijau dalam daftar menu. Manfaat yang saya kejar adalah supaya membantu mengontrol berat badan dan kandungan antioksidannya. Tentu saya konsumsinya dalam keadaan tawar. Atau kalau lagi pengen manis, ya pakai gula tapi super sedikit. Rasanya? Ya kayak minum tehlah! Ada pahit-pahitnya gitu, deh. Namanya juga minum teh, bukan minum gula hehehe.

