Rabu, 02 November 2016

Waspada, Bahaya Mengintai di Dalam Secangkir Teh!

Siapa sih yang tidak suka menikmati secangkir teh? Bayangkan di pagi hari, secangkir teh hangat mengepul sudah tersedia di meja. Ditemani sepiring gorengan hangat atau nasi kuning kumplit, hmmm, sedapnya! Atau di sore hari, secangkir teh hangat dengan kue-kue manis menggugah selera. Ulala!

Sayangnya, kebiasaan seperti itu sesungguhnya kurang baik bagi kesehatan. Masalahnya adalah berapa banyak di antara kita yang terbiasa minum secangkir teh saja? Tanpa gula. Jarang, bukan? Kebanyakan kita tahunya teh itu rasanya manis. Dan rasa manis teh itu umumnya diperoleh dari gula. Berapa banyak gula yang diperlukan untuk memaniskan secangkir teh? Minimal dua sendok teh. 


Padahal justru di situ bahayanya. Pemanis yang kita bubuhkan ke dalam secangkir tehlah yang harus kita waspadai. Saya pribadi penganut paham bahwa teh itu baik manfaatnya bagi tubuh. Terutama teh hijau. Sejak masih mahasiswa saya sudah memasukkan teh hijau dalam daftar menu. Manfaat yang saya kejar adalah supaya membantu mengontrol berat badan dan kandungan antioksidannya. Tentu saya konsumsinya dalam keadaan tawar. Atau kalau lagi pengen manis, ya pakai gula tapi super sedikit. Rasanya? Ya kayak minum tehlah! Ada pahit-pahitnya gitu, deh. Namanya juga minum teh, bukan minum gula hehehe.



Berdasarkan referensi dari http://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/gula-pasir, 1 sdt gula itu terdiri dari 4,2 gram karbohidrat dan memiliki kalori sebesar 16 kal. Satu sendok teh gula pasir bisakah memaniskan secangkir teh? Sepertinya tidak, ya? Butuh sekitar 4 sdt baru secangkir teh ukuran 250 ml bisa manis (cangkir apa mug itu sih, hahaha). Padahal dalam sehari berapa kali kita minum teh? Sekali, dua kali atau malah tiga kali? Whuah, meski teh hijau kualitas terbaik yang kita minum, dijamin, berat badan bakalan malah naik kalau begitu caranya! Belum lagi teman-teman ngeteh yang biasanya tak kalah manis. Sukses deh menyumbang tambahan pelampung di pinggang! Dan lebih jauh lagi, jangan sampai penyakit gula datang menyapa. 

Jadi, jangan salahkan tehnya, tapi waspadai pemanisnya. Pastikan kita bijak memilih pemanis yang paling banyak membawa manfaat bagi tubuh. Demi kesehatan. Okay?

Salam Blogahraga!

2 komentar:

HAERIAH SYAMSUDDIN mengatakan...

Waduh harus mengurangi penggunaan gula kalau begitu. Ka nda seru bela kalo minum teh na kurangki manis2nya...

Ayo Terus Bergerak mengatakan...

Insya Allah bisa, kak, ala bisa karena biasa. Apalagi kalau mengingat manfaat jangka panjangnya hehehe.